JAKARTA, KOMPAS.com — Remaja dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) kerap menghadapi tantangan berlapis: tidak hanya kesulitan mengelola fokus dan impuls, tetapi juga stigma dari lingkungan yang belum sepenuhnya memahami kondisi tersebut.
Label seperti “malas” atau “tidak niat” yang terus-menerus dilekatkan justru berisiko memperburuk kondisi psikologis, menurunkan harga diri, hingga memicu kecemasan dan depresi.
Baca Selengkapnya