JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis perempuan pembela hak asasi manusia (HAM) dinilai masih rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari intimidasi fisik, ancaman, hingga serangan digital seperti doxing dan peretasan akun.
Dalam berbagai pengalaman lapangan, mereka kerap menghadapi risiko berlapis saat menjalankan kerja-kerja advokasi, baik di ruang publik maupun ruang digital.
Baca Selengkapnya